Cost Report dan Estimate at Completion (EAC) Proyek Konstruksi
Cara QS melaporkan posisi biaya proyek setiap bulan dan memproyeksikan biaya akhir: isi cost report, cara menghitung EAC, contoh laporan, dan tanda bahaya yang harus segera ditindaklanjuti owner.
Daftar Isi
Cost report proyek adalah laporan berkala, biasanya bulanan, yang menunjukkan posisi biaya proyek: nilai kontrak, perubahan yang disetujui dan yang masih dalam proses, risiko yang diantisipasi, pembayaran yang sudah dilakukan, dan proyeksi biaya akhir. Proyeksi biaya akhir ini disebut Estimate at Completion (EAC), dan dibandingkan dengan anggaran owner untuk mendeteksi pembengkakan sejak dini.
1Cost Report Adalah
Cost report proyek adalah laporan pengendalian biaya yang disusun quantity surveyor untuk pemilik proyek selama masa konstruksi. Laporan ini menjawab tiga pertanyaan: berapa yang sudah dikeluarkan, berapa total biaya yang akan dikeluarkan sampai proyek selesai, dan apakah anggaran masih cukup.
Cost report berbeda dengan laporan kemajuan fisik. Laporan kemajuan menunjukkan berapa persen pekerjaan selesai, sedangkan cost report menunjukkan konsekuensi biayanya. Penyusunan cost report adalah salah satu tugas QS di tahap konstruksi, seperti dibahas di Tugas dan Tanggung Jawab Quantity Surveyor di Setiap Tahap Proyek.
2Mengapa Cost Report Penting
- Peringatan dini: potensi pembengkakan terlihat beberapa bulan sebelum terjadi, saat masih ada waktu untuk bertindak.
- Dasar keputusan: owner bisa memutuskan menambah anggaran, mengurangi lingkup, atau menunda perubahan.
- Transparansi: semua perubahan dan klaim tercatat dalam satu laporan.
- Pengelolaan contingency: sisa cadangan biaya selalu diketahui.
- Bahan audit: menunjukkan bahwa biaya proyek dikendalikan secara berkala.
3Isi Cost Report Bulanan
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Ringkasan eksekutif | Posisi EAC terhadap anggaran, perubahan dari bulan lalu, dan isu utama |
| Nilai kontrak | Nilai kontrak awal dan nilai setelah adendum |
| Perubahan disetujui | VO atau CCO yang sudah disahkan |
| Perubahan dalam proses | VO yang sudah diajukan tetapi belum disepakati, dengan nilai perkiraan QS |
| Risiko yang diantisipasi | Potensi perubahan atau klaim yang belum diajukan tetapi kemungkinan besar terjadi |
| Provisional sum dan prime cost | Selisih antara alokasi dan biaya aktual |
| Proyeksi biaya akhir (EAC) | Total biaya yang diperkirakan sampai proyek selesai |
| Anggaran dan contingency | Anggaran owner, sisa contingency, dan selisih terhadap EAC |
| Pembayaran | Prestasi dan pembayaran kumulatif |
| Proyeksi arus kas | Perkiraan kebutuhan pembayaran bulan-bulan berikutnya |
4Estimate at Completion (EAC)
Estimate at Completion adalah proyeksi total biaya proyek saat selesai, berdasarkan kondisi terkini. EAC adalah angka terpenting dalam cost report karena langsung dibandingkan dengan anggaran.
Aman
Masih ada ruang untuk risiko yang belum teridentifikasi. Tetap pantau sisa contingency.
Waspada
Setiap perubahan baru harus diputuskan dengan hati-hati, dan risiko perlu dikendalikan.
Bertindak
Owner harus memutuskan: tambah anggaran, kurangi lingkup, atau cari penghematan melalui value engineering.
5Cara Menghitung EAC
Ada dua pendekatan yang umum dipakai. QS owner biasanya memakai pendekatan proyeksi biaya akhir berbasis kontrak:
Pendekatan kedua berasal dari metode earned value management, yang lebih lazim dipakai kontraktor atau proyek dengan sistem kendali biaya terintegrasi:
Di mana AC adalah biaya aktual sampai saat ini, ETC adalah perkiraan biaya untuk menyelesaikan sisa pekerjaan, BAC adalah anggaran total, dan CPI adalah indeks kinerja biaya.
6Contoh Cost Report
Ringkasan cost report bulan kedua untuk proyek renovasi kantor. Angka adalah ilustrasi dan melanjutkan contoh di artikel opname dan variation order.
| Uraian | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Nilai kontrak awal | Rp365.400.000 | |
| VO disetujui | Rp24.750.000 | VO-01 sampai VO-03 |
| VO dalam proses | Rp5.000.000 | Usulan kontraktor Rp8.000.000, perkiraan QS Rp5.000.000 |
| Risiko yang diantisipasi | Rp6.000.000 | Potensi perbaikan instalasi listrik eksisting |
| Estimate at Completion | Rp401.150.000 | |
| Anggaran owner | Rp400.000.000 | Termasuk contingency |
| Selisih terhadap anggaran | (Rp1.150.000) | EAC 100,29% dari anggaran |
| Prestasi s.d. bulan ini | Rp200.225.000 | Hasil opname |
| Sisa biaya s.d. selesai | Rp200.925.000 | EAC dikurangi prestasi |
Kesimpulan laporan: EAC sedikit melampaui anggaran. QS merekomendasikan owner menunda VO tambahan yang bersifat nonprioritas dan mengkaji alternatif untuk risiko instalasi listrik sebelum anggaran benar-benar terlampaui.
7Proyeksi Arus Kas
Selain total biaya, owner perlu tahu kapan uang harus tersedia. Proyeksi arus kas disusun dari rencana progres kurva S dan ketentuan pembayaran kontrak, termasuk potongan uang muka dan retensi. Cara menghitung pembayaran per termin dibahas di Termin Pembayaran Proyek Konstruksi: Skema dan Dokumen Pendukung.
- Perkiraan prestasi per bulan berdasarkan jadwal terkini, bukan jadwal awal.
- Potongan uang muka dan retensi sesuai kontrak.
- Pembayaran VO setelah adendum disahkan.
- Pelepasan retensi di akhir masa pemeliharaan.
8Tanda Bahaya dalam Cost Report
- EAC naik beberapa bulan berturut-turut, meski masing-masing kenaikan kecil.
- Contingency terpakai lebih cepat daripada progres fisik.
- VO dalam proses menumpuk dan lama tidak diputuskan.
- Akumulasi perubahan mendekati batas yang diizinkan kontrak atau regulasi.
- Prestasi tertinggal jauh dari rencana, yang sering diikuti klaim waktu dan biaya.
- Banyak klaim kontraktor yang belum dinilai.
9Langkah Menyusun Cost Report
Kumpulkan data periode berjalan
Berita acara opname, register VO, klaim kontraktor, dan laporan kemajuan.
Perbarui register perubahan
Pisahkan VO disetujui, VO dalam proses, dan risiko yang diantisipasi.
Nilai VO dalam proses dan risiko
Gunakan perkiraan QS yang realistis, bukan usulan kontraktor apa adanya.
Hitung EAC dan bandingkan dengan anggaran
Catat perubahan EAC dari bulan lalu dan penyebabnya.
Perbarui proyeksi arus kas
Sesuaikan dengan jadwal dan progres terkini.
Tulis rekomendasi
Sampaikan tindakan yang perlu diambil owner, bukan hanya angka.
Kalau Anda membutuhkan cost report bulanan yang disusun independen untuk proyek Anda, lihat paket cost control dalam layanan jasa quantity surveyor STEPS.ID.
10Kesalahan yang Sering Terjadi
- Hanya melaporkan pembayaran, tanpa proyeksi biaya akhir.
- Mengabaikan VO dalam proses dan risiko, sehingga EAC terlalu optimis.
- Memasukkan usulan kontraktor apa adanya, sehingga EAC terlalu pesimis.
- Laporan tanpa rekomendasi, sehingga owner tidak tahu tindakan yang perlu diambil.
- Tidak menjelaskan perubahan EAC dari bulan sebelumnya.
- Cost report disusun tidak rutin, sehingga peringatan datang terlambat.
11Glosarium Istilah
12FAQ Seputar Cost Report dan EAC
Apa itu cost report proyek?
Cost report adalah laporan berkala yang menunjukkan nilai kontrak, perubahan, risiko, pembayaran, dan proyeksi biaya akhir proyek dibandingkan dengan anggaran owner.
Apa itu Estimate at Completion?
Estimate at Completion adalah proyeksi total biaya proyek saat selesai berdasarkan kondisi terkini, termasuk perubahan yang sudah disetujui, yang masih dalam proses, dan risiko yang diantisipasi.
Bagaimana cara menghitung EAC?
Pendekatan QS owner: nilai kontrak awal ditambah VO disetujui, VO dalam proses dengan nilai perkiraan QS, dan risiko yang diantisipasi, lalu disesuaikan dengan selisih provisional sum. Pendekatan earned value memakai rumus EAC = AC + ETC atau EAC = BAC ÷ CPI.
Seberapa sering cost report disusun?
Umumnya bulanan, mengikuti periode opname dan pembayaran. Proyek yang sangat cepat atau berisiko tinggi bisa memakai laporan dua mingguan.
Apa bedanya cost report dan laporan kemajuan?
Laporan kemajuan menunjukkan progres fisik dan jadwal, sedangkan cost report menunjukkan posisi biaya dan proyeksi biaya akhir terhadap anggaran.
Siapa yang menyusun cost report?
Quantity surveyor yang ditunjuk owner menyusun cost report, dengan masukan dari pengawas atau MK dan data dari kontraktor.
Apa yang harus dilakukan jika EAC melebihi anggaran?
Owner perlu memutuskan apakah menambah anggaran, mengurangi atau menunda perubahan nonprioritas, atau mencari penghematan melalui value engineering, berdasarkan rekomendasi QS.
Kenapa VO dalam proses dimasukkan ke EAC?
Karena VO tersebut kemungkinan besar akan menambah biaya. Memasukkannya dengan nilai perkiraan QS membuat proyeksi biaya akhir lebih realistis.
Ketahui Posisi Biaya Proyek Sebelum Terlambat
Yuk konsultasi dengan STEPS.ID terkait jasa quantity surveyor untuk cost report dan pengendalian biaya proyek Anda.

Jasa Quantity Surveyor (QS) untuk Proyek Konstruksi & Renovasi