Biaya Penerapan SMKK dalam HPS dan Penawaran
Cara menghitung biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi sesuai Permen PUPR 8/2023: 9 komponen wajib, dasar perhitungan, contoh tabel biaya, dan kesalahan yang sering terjadi.
Daftar Isi
- Biaya SMKK Adalah
- Dasar Hukum Biaya SMKK
- Ketentuan Pokok dalam Permen PUPR 8/2023
- 9 Komponen Biaya Penerapan SMKK
- Cara Menghitung Biaya SMKK
- Contoh Tabel Biaya SMKK
- Posisi Biaya SMKK dalam HPS dan Penawaran
- Pengukuran dan Pembayaran
- Peran QS dalam Biaya SMKK
- Kesalahan yang Sering Terjadi
- Glosarium Istilah
- FAQ
Biaya SMKK adalah biaya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi yang wajib dihitung dalam perkiraan biaya pekerjaan konstruksi. Menurut Pasal 22 Permen PUPR 8/2023, biaya ini bersifat tersendiri, bukan bagian dari biaya umum, dimasukkan sebagai pokok pekerjaan dalam daftar kuantitas dan harga, dan besarnya sesuai kebutuhan. Rinciannya dikelompokkan ke dalam 9 komponen, mulai dari penyiapan dokumen SMKK sampai kegiatan pengendalian risiko.
1Biaya SMKK Adalah
Biaya SMKK adalah anggaran untuk menjalankan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi di proyek, seperti alat pelindung diri, personel keselamatan, rambu, asuransi, dan kegiatan pengendalian risiko kecelakaan kerja.
SMKK sendiri adalah bagian dari sistem manajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi untuk menjamin keselamatan konstruksi. Pedomannya diatur dalam Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, sedangkan cara menghitung biayanya dalam HPS diatur dalam Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023.
2Dasar Hukum Biaya SMKK
| Regulasi | Yang Diatur |
|---|---|
| UU 2/2017 | Kewajiban memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi |
| Permen PUPR 10/2021 | Pedoman SMKK, termasuk dokumen keselamatan konstruksi dan personel keselamatan |
| Permen PUPR 8/2023 | Cara memasukkan biaya penerapan SMKK dalam perkiraan biaya dan HPS |
| SE Dirjen Bina Konstruksi 30/SE/Dk/2025 | Tata cara penyusunan perkiraan biaya, termasuk lampiran rincian biaya penerapan SMKK |
3Ketentuan Pokok dalam Permen PUPR 8/2023
Permen PUPR 8/2023 menempatkan biaya SMKK sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkiraan biaya pekerjaan:
- Pasal 1: perkiraan biaya pekerjaan didefinisikan sebagai perhitungan biaya tenaga kerja, bahan, dan alat yang telah ditambah biaya penerapan SMKK.
- Pasal 3: penyusunan perkiraan biaya dilakukan melalui AHSP dan analisis biaya penerapan SMKK.
- Pasal 22 ayat (1): biaya penerapan SMKK merupakan biaya tersendiri dan bukan bagian dari biaya umum.
- Pasal 22 ayat (3): biaya SMKK merupakan pokok pekerjaan tersendiri dalam pekerjaan konstruksi.
- Pasal 22 ayat (4): biaya SMKK wajib dimasukkan dalam daftar kuantitas dan harga atau daftar keluaran dan harga, dengan besaran sesuai kebutuhan.
49 Komponen Biaya Penerapan SMKK
Rincian biaya penerapan SMKK dikelompokkan paling sedikit ke dalam sembilan komponen berikut:
Penyiapan Dokumen Penerapan SMKK
Penyusunan rencana keselamatan konstruksi dan dokumen pendukungnya.
Sosialisasi, Promosi, dan Pelatihan
Induksi keselamatan, safety talk, spanduk, poster, dan pelatihan pekerja.
Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
Helm, sepatu keselamatan, rompi, sarung tangan, full body harness, jaring pengaman, dan sejenisnya.
Asuransi
Perlindungan bagi pekerja dan pekerjaan sesuai ketentuan.
Personel Keselamatan Konstruksi
Ahli atau petugas keselamatan konstruksi sesuai tingkat risiko pekerjaan.
Fasilitas Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan
Kotak P3K, ruang atau peralatan pertolongan pertama, dan fasilitas kesehatan lain yang dibutuhkan.
Rambu dan Perlengkapan Lalu Lintas
Rambu keselamatan, pembatas area, dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.
Konsultasi dengan Ahli Keselamatan Konstruksi
Konsultasi untuk pekerjaan yang membutuhkan kajian keselamatan khusus.
Kegiatan dan Peralatan Pengendalian Risiko
Peralatan dan kegiatan pengendalian risiko keselamatan konstruksi, termasuk pengujian atau pemeriksaan lingkungan bila diperlukan.
5Cara Menghitung Biaya SMKK
Biaya SMKK dihitung berdasarkan kebutuhan nyata proyek, bukan persentase tetap dari nilai kontrak:
Identifikasi bahaya dan tingkat risiko
Pelajari gambar kerja, metode kerja, dan lokasi untuk menentukan bahaya utama, misalnya bekerja di ketinggian atau di area yang tetap beroperasi.
Tentukan pengendalian yang dibutuhkan
Dari analisis risiko, tentukan alat, personel, dan kegiatan yang diperlukan untuk mengendalikan setiap bahaya.
Hitung volume per komponen
Volume ditentukan dari jumlah pekerja, durasi pekerjaan, luas area, dan jadwal pelaksanaan.
Tetapkan harga satuan
Gunakan harga satuan sesuai lokasi proyek, seperti komponen lain dalam HPS.
Susun daftar biaya SMKK
Kelompokkan ke dalam sembilan komponen dan tambahkan kebutuhan lain sesuai rencana pengendalian.
Masukkan ke HPS sebagai item tersendiri
Biaya SMKK dicantumkan sebagai pokok pekerjaan terpisah, tanpa ditambah biaya umum dan keuntungan.
6Contoh Tabel Biaya SMKK
Contoh berikut untuk renovasi kantor 450 m² selama 4 bulan dengan sekitar 25 pekerja. Volume dan harga satuan adalah ilustrasi. Kebutuhan sebenarnya bergantung pada hasil analisis risiko proyek.
| Komponen | Satuan | Volume | Harga Satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| 1. Penyiapan dokumen penerapan SMKK | ls | 1 | Rp2.500.000 | Rp2.500.000 |
| 2. Sosialisasi, promosi, dan pelatihan | ls | 1 | Rp1.500.000 | Rp1.500.000 |
| 3. Alat pelindung kerja dan alat pelindung diri | set | 25 | Rp350.000 | Rp8.750.000 |
| 4. Asuransi | ls | 1 | Rp3.000.000 | Rp3.000.000 |
| 5. Personel keselamatan konstruksi | orang-bulan | 4 | Rp5.500.000 | Rp22.000.000 |
| 6. Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan | ls | 1 | Rp1.200.000 | Rp1.200.000 |
| 7. Rambu dan perlengkapan lalu lintas | ls | 1 | Rp1.000.000 | Rp1.000.000 |
| 8. Konsultasi dengan ahli keselamatan konstruksi | ls | 1 | Rp1.000.000 | Rp1.000.000 |
| 9. Kegiatan dan peralatan pengendalian risiko | ls | 1 | Rp2.250.000 | Rp2.250.000 |
| Total biaya SMKK | Rp43.200.000 |
Perhatikan bahwa komponen personel keselamatan sering menjadi porsi terbesar. Upah personel keselamatan sebaiknya tidak di bawah upah minimum yang berlaku di lokasi proyek.
7Posisi Biaya SMKK dalam HPS dan Penawaran
| Dokumen | Cara Mencantumkan Biaya SMKK |
|---|---|
| HPS | Item atau divisi tersendiri, di luar harga satuan pekerjaan fisik, tanpa tambahan biaya umum dan keuntungan |
| BOQ tender | Daftar item SMKK dengan volume yang ditetapkan pengguna jasa |
| Penawaran kontraktor | Diisi sesuai daftar yang disediakan dan rencana keselamatan konstruksi yang diajukan |
| Kontrak | Menjadi pokok pekerjaan tersendiri yang dibayar berdasarkan realisasi penerapan |
Struktur HPS secara lengkap dibahas di Cara Menyusun HPS Pekerjaan Konstruksi Sesuai Permen PUPR 8/2023.
8Pengukuran dan Pembayaran
Karena menjadi pokok pekerjaan tersendiri, biaya SMKK diukur dan dibayar seperti item pekerjaan lain:
- Diukur berdasarkan realisasi: APD yang benar-benar disediakan, personel yang benar-benar bertugas, dan kegiatan yang benar-benar dilaksanakan.
- Diperiksa pengawas berdasarkan kemajuan penerapan yang sudah diterima.
- Didukung bukti: daftar hadir safety induction, dokumentasi APD, polis asuransi, dan laporan personel keselamatan.
- Biaya tidak langsung tidak dimasukkan ke dalam mata pembayaran SMKK.
9Peran QS dalam Biaya SMKK
- Menyusun estimasi biaya SMKK berdasarkan metode kerja dan analisis risiko bersama perencana.
- Memastikan struktur HPS benar: SMKK terpisah dari biaya umum dan tidak ganda dengan item lain.
- Mengevaluasi penawaran: memeriksa apakah biaya SMKK peserta wajar dan konsisten dengan rencana keselamatannya.
- Memverifikasi tagihan biaya SMKK terhadap bukti realisasi di lapangan.
Kalau Anda membutuhkan HPS yang memisahkan biaya SMKK dengan benar, lihat layanan jasa quantity surveyor STEPS.ID.
10Kesalahan yang Sering Terjadi
- Biaya SMKK dimasukkan ke biaya umum, bertentangan dengan Pasal 22 ayat (1).
- Dihitung sebagai persentase tetap dari nilai kontrak tanpa analisis kebutuhan.
- Biaya SMKK ditambah biaya umum dan keuntungan, sehingga nilainya membengkak.
- Item ganda, misalnya rambu atau pagar pengaman dihitung di pekerjaan persiapan dan di SMKK sekaligus.
- Komponen personel diisi tanpa dasar, tidak sesuai tingkat risiko pekerjaan.
- Dibayar tanpa bukti realisasi, sehingga berisiko menjadi temuan audit.
11Glosarium Istilah
12FAQ Seputar Biaya SMKK
Apa itu biaya SMKK?
Biaya SMKK adalah biaya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi, seperti APD, personel keselamatan, asuransi, rambu, dan kegiatan pengendalian risiko, yang wajib dihitung dalam perkiraan biaya pekerjaan konstruksi.
Apakah biaya SMKK termasuk biaya umum?
Tidak. Pasal 22 ayat (1) Permen PUPR 8/2023 menyatakan biaya penerapan SMKK merupakan biaya tersendiri dan bukan bagian dari biaya umum.
Apa saja komponen biaya SMKK?
Sembilan komponen: penyiapan dokumen SMKK; sosialisasi, promosi, dan pelatihan; alat pelindung kerja dan APD; asuransi; personel keselamatan konstruksi; fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan; rambu dan perlengkapan lalu lintas; konsultasi dengan ahli; serta kegiatan dan peralatan pengendalian risiko.
Berapa persen biaya SMKK dari nilai proyek?
Tidak ditetapkan sebagai persentase tetap. Permen PUPR 8/2023 menetapkan besarnya sesuai kebutuhan, yang dihitung dari analisis risiko, metode kerja, jumlah pekerja, dan durasi pekerjaan.
Apakah biaya SMKK ditambah keuntungan kontraktor?
Tidak. Biaya SMKK dicantumkan sebagai pokok pekerjaan tersendiri, dan biaya tidak langsung seperti overhead dan keuntungan tidak dimasukkan ke dalam mata pembayaran SMKK.
Bagaimana biaya SMKK dibayar?
Biaya SMKK dibayar berdasarkan realisasi penerapan yang diperiksa pengawas, didukung bukti seperti dokumentasi APD, daftar hadir pelatihan, polis asuransi, dan laporan personel keselamatan.
Peraturan apa yang mengatur SMKK?
Pedoman SMKK diatur dalam Permen PUPR 10/2021, sedangkan cara memasukkan biayanya dalam perkiraan biaya dan HPS diatur dalam Permen PUPR 8/2023.
Apakah proyek swasta juga harus menghitung biaya SMKK?
Kewajiban keselamatan konstruksi berlaku untuk penyelenggaraan jasa konstruksi secara umum. Untuk proyek swasta dan BUMN, memisahkan biaya keselamatan sebagai item tersendiri juga memudahkan pengawasan dan pemeriksaan.
Butuh HPS dengan Biaya SMKK yang Tepat?
Yuk konsultasi dengan STEPS.ID terkait jasa quantity surveyor untuk penyusunan HPS proyek Anda.
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang PUPR — JDIH BPK
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi — JDIH BPK
- Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi — JDIH BPK
- Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 30/SE/Dk/2025 — Ditjen Bina Konstruksi

Jasa Quantity Surveyor (QS) untuk Proyek Konstruksi & Renovasi