Apa Itu SIPA? Pengertian, Dasar Hukum, Syarat, dan Cara Mengurusnya
Panduan lengkap Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA) sesuai Permen ESDM No. 14 Tahun 2024: siapa yang wajib, data teknis yang diminta di OSS, batas debit, kewajiban setelah izin terbit, dan sanksinya.
SIPA adalah izin untuk mengambil dan menggunakan air tanah (sumur bor/gali) bagi kegiatan usaha. Nama resminya kini Izin Pengusahaan Air Tanah, diajukan lewat OSS sebagai PB-UMKU. Penerbitannya tidak dipungut biaya, terbit paling lama 14 hari kerja setelah data teknis lengkap, dan berlaku 5 tahun. Penggunaan non-usaha cukup memakai Persetujuan Penggunaan Air Tanah.
Daftar Isi
- Apa Itu SIPA
- Dasar Hukum SIPA
- Syarat Utama Sebelum Mengurus
- Alur Lengkap Pengurusan SIPA
- Dokumen dari Pemohon
- Data Teknis Sumur
- Estimasi Waktu per Tahap
- Ketentuan Debit & Masa Berlaku
- Biaya, PNBP & Pajak Air Tanah
- Kewajiban Setelah SIPA Terbit
- Kesalahan Umum
- Checklist Sebelum Mengurus
- Glosarium Istilah
- FAQ SIPA
1Apa Itu SIPA
Apa itu SIPA? SIPA adalah singkatan yang dipakai luas untuk izin pengambilan dan pemanfaatan air tanah, yaitu legalitas yang wajib dimiliki pelaku usaha sebelum mengebor atau memakai sumur bor/gali untuk menunjang kegiatan usahanya. Di lapangan, SIPA dibaca sebagai Surat Izin Pengambilan Air, Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air Tanah, atau Surat Izin Pengusahaan Air Tanah. Ketiganya merujuk ke izin yang sama.
Dalam regulasi terbaru, istilah resminya adalah Izin Pengusahaan Air Tanah: legalitas untuk menggunakan air tanah yang diberikan kepada pelaku usaha untuk menunjang kegiatan usaha (Pasal 1 angka 9 Permen ESDM 14/2024). Izin ini terbit di sistem OSS dalam bentuk Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU).
Permen ESDM 14/2024 membagi penggunaan air tanah menjadi dua jalur:
| Aspek | Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA) | Persetujuan Penggunaan Air Tanah |
|---|---|---|
| Untuk | Kegiatan usaha | Kegiatan bukan usaha |
| Pemohon | BUMN, BUMD, BUMDes, koperasi, badan usaha swasta, perseorangan pelaku usaha | Perseorangan, kelompok masyarakat, instansi pemerintah, badan hukum |
| Diajukan lewat | Sistem OSS | Aplikasi Perizinan Online Kementerian ESDM |
| Contoh | Pabrik, hotel, rumah sakit swasta, sekolah swasta, perkantoran, kawasan komersial, perumahan | Rumah tangga ≥100 m³/bulan, fasilitas umum, penelitian pemerintah, dewatering proyek |
| Masa berlaku | 5 tahun | Paling lama 7 tahun (dewatering paling lama 1 tahun) |
Penting: batas 100 m³/bulan hanya berlaku untuk kebutuhan pokok sehari-hari (non-usaha). Untuk kegiatan usaha, tidak ada batas bawah: setiap penggunaan air tanah untuk usaha wajib memiliki Izin Pengusahaan Air Tanah (Pasal 2 ayat 2).
2Dasar Hukum SIPA
| Peraturan | Pokok Pengaturan |
|---|---|
| UU 17/2019 jo UU 6/2023 | Undang-Undang Sumber Daya Air sebagaimana diubah UU Cipta Kerja. Penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan usaha wajib memenuhi Perizinan Berusaha (Pasal 49 ayat 2); ketentuan pidana Pasal 70; masa penataan Pasal 75A. |
| PP 30/2024 | Pengelolaan Sumber Daya Air, peraturan pelaksana yang menjadi dasar penerbitan Permen ESDM 14/2024. |
| PP 28/2025 | Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (OSS RBA), menggantikan PP 5/2021. Menjadi dasar penerbitan SIPA sebagai PB-UMKU di OSS. |
| Permen ESDM 14/2024 | Penyelenggaraan Izin Pengusahaan Air Tanah dan Persetujuan Penggunaan Air Tanah. Ditetapkan 2 Desember 2024; mengatur syarat, SLA 14 hari kerja, kewajiban, batas debit, masa berlaku, penataan, dan sanksi administratif. |
| UU 1/2022 (HKPD) | Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah. Dasar Pajak Air Tanah yang dipungut pemerintah kabupaten/kota, tarif paling tinggi 20%. |
Aturan lama yang sudah tidak dipakai: Permen ESDM 14/2024 mencabut Kepmen ESDM 259.K/GL.01/MEM.G/2022 (standar Izin Pengusahaan Air Tanah) dan Kepmen ESDM 291.K/GL.01/MEM.G/2023 beserta perubahannya (standar Persetujuan Penggunaan Air Tanah). Rujukan lama ke PP 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah juga sudah tidak menjadi acuan utama, karena kerangka perizinan kini mengikuti UU 17/2019 jo UU 6/2023, PP 30/2024, dan Permen ESDM 14/2024.
Siapa yang berwenang? Kewenangan ditentukan oleh letak Cekungan Air Tanah (CAT), bukan oleh lokasi kantor perusahaan (Pasal 2 ayat 4):
- Menteri ESDM: CAT di wilayah sungai lintas negara, lintas provinsi, dan wilayah sungai strategis nasional (dapat didelegasikan ke Kepala Badan Geologi, gubernur, atau bupati/wali kota).
- Gubernur: CAT di wilayah sungai lintas kabupaten/kota.
- Bupati/wali kota: CAT di wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota.
3Syarat Utama Sebelum Mengurus SIPA
NIB & KBLI aktif
Usaha sudah terdaftar di OSS dengan NIB dan KBLI yang sesuai kegiatan, karena SIPA diajukan sebagai PB-UMKU yang menempel pada perizinan usaha.
KKPR terbit
Izin Pengusahaan Air Tanah didasarkan atas KKPR. Titik bor yang diajukan wajib berada di dalam koordinat KKPR (Pasal 7 ayat 2 dan 4).
Zona konservasi dicek
Debit yang bisa diberikan bergantung pada Zona Konservasi Air Tanah lokasi Anda. Di zona rusak, izin baru tidak dapat diberikan.
Kewenangan diketahui
Pastikan CAT lokasi sumur berada di kewenangan Menteri, gubernur, atau bupati/wali kota agar permohonan diarahkan ke penerbit yang tepat.
4Alur Lengkap Pengurusan SIPA
- Cek zona konservasi dan kewenanganPelajari peta Zona Konservasi Air Tanah dan wilayah sungai lokasi sumur untuk memperkirakan debit maksimum dan instansi penerbit.
- Siapkan data teknis rencana sumurKoordinat titik bor (decimal degree, di dalam KKPR), rencana debit m³/hari, kedalaman, diameter, dan gambar rencana konstruksi sumur.
- Isi permohonan PB-UMKU di OSSUnggah data teknis dan surat pernyataan kesanggupan membuat sumur resapan, sumur imbuhan, dan/atau sumur pantau sesuai format Lampiran I.
- Verifikasi dan evaluasi oleh Tim TeknisMenteri, gubernur, atau bupati/wali kota memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data teknis.
- Perbaikan jika ada kekuranganPerbaikan wajib dikirim paling lambat 7 hari kerja sejak pemberitahuan di OSS. Lewat dari itu, permohonan batal dan harus diajukan ulang.
- Izin terbitJika lengkap dan sesuai, Izin Pengusahaan Air Tanah terbit paling lama 14 hari kerja sejak permohonan diajukan.
- Pengeboran eksplorasi dan pemenuhan kewajibanPengeboran dilakukan paling lama 1 tahun sejak izin terbit sesuai pedoman teknis, diikuti pemasangan meter air, sumur imbuhan/resapan, dan sumur pantau bila diwajibkan.
Sebelum Permen ESDM 14/2024, izin baru melewati tiga tahap terpisah: persetujuan pengeboran eksplorasi, persetujuan studi kelayakan, lalu izin di OSS. Sekarang semuanya dilebur menjadi satu permohonan di OSS.
5Dokumen dari Pemohon
Karena permohonan diajukan melalui OSS, data legalitas perusahaan diambil langsung dari profil perizinan berusaha. Yang perlu dipastikan siap:
- Akun OSS dan NIB aktif atas nama pelaku usaha, dengan KBLI yang sesuai kegiatan.
- KKPR yang koordinatnya mencakup titik rencana sumur.
- Data penanggung jawab badan usaha (nama, jabatan, alamat lokasi usaha).
- Surat pernyataan kesanggupan membuat sumur resapan, sumur imbuhan, dan/atau sumur pantau (format Lampiran I), ditandatangani dan dicap perusahaan.
- Untuk sumur yang sudah telanjur dibangun atau dipakai tanpa izin: surat pernyataan mulai terbangunnya konstruksi dan/atau penggunaan air tanah (format Lampiran III).
6Data Teknis Sumur yang Diminta
| Data Teknis | Keterangan | Berlaku untuk |
|---|---|---|
| Koordinat titik bor | Format decimal degree, harus di dalam koordinat KKPR | Izin baru, penataan, perpanjangan |
| Debit pengambilan | Rencana atau aktual dalam m³/hari | Semua permohonan |
| Kedalaman sumur | Rencana atau aktual kedalaman sumur bor/gali | Semua permohonan |
| Diameter sumur | Rencana atau aktual diameter sumur bor/gali | Semua permohonan |
| Gambar konstruksi | Mengikuti contoh Lampiran II Permen ESDM 14/2024 | Semua permohonan |
| Pernyataan kesanggupan | Membuat sumur resapan, imbuhan, dan/atau pantau (Lampiran I) | Izin baru dan penataan |
| Pernyataan konstruksi | Tanggal mulai sumur dibangun atau air tanah dipakai (Lampiran III) | Penataan sumur tanpa izin |
| Foto geotagging | Sumur imbuhan, resapan, dan/atau pantau | Perpanjangan izin lama yang belum lewat OSS |
Syarat izin baru dipangkas dari 13 menjadi 3 kelompok utama: data teknis rencana pengeboran, pernyataan kesanggupan, dan gambar rencana konstruksi. Meski sederhana di atas kertas, angka debit, kedalaman, dan desain sumur tetap harus realistis terhadap kondisi akuifer setempat agar lolos evaluasi Tim Teknis.
7Estimasi Waktu Proses per Tahap
| Tahap | Batas Waktu | Sumber |
|---|---|---|
| Penyiapan data teknis | Bergantung kesiapan KKPR dan desain sumur | Praktik lapangan |
| Verifikasi & penerbitan | Paling lama 14 hari kerja sejak diajukan | Pasal 7 ayat 8 |
| Perbaikan berkas | Paling lambat 7 hari kerja sejak pemberitahuan | Pasal 7 ayat 9 |
| Pengeboran eksplorasi | Paling lama 1 tahun sejak izin terbit | Pasal 9 ayat 2 huruf b |
| Sumur pantau + AWLR | Paling lama 2 tahun sejak izin terbit | Pasal 9 ayat 2 huruf e |
| Pengajuan perpanjangan | Paling cepat 6 bulan, paling lambat 2 bulan sebelum izin berakhir | Pasal 12 ayat 1 |
| Penutupan sumur | Paling lambat 30 hari kalender setelah izin berakhir tanpa perpanjangan | Pasal 27 ayat 1 |
8Ketentuan Debit & Masa Berlaku SIPA
Besarnya debit yang boleh diambil ditentukan Zona Konservasi Air Tanah di lokasi sumur (Pasal 20 Permen ESDM 14/2024):
| Zona | Ketentuan Debit Izin Pengusahaan Air Tanah |
|---|---|
| Zona perlindungan | Paling banyak 25 m³/hari dan menerapkan Zero Delta Q Policy |
| Zona aman | Sesuai debit yang ditetapkan pada peta Zona Konservasi Air Tanah |
| Zona rawan | Tidak lebih besar dari debit maksimal pada peta Zona Konservasi Air Tanah |
| Zona kritis | Paling banyak 10 m³/hari |
| Zona rusak | Izin baru tidak dapat diberikan; perpanjangan paling banyak 10 m³/hari |
| Akuifer dangkal <40 m | Paling banyak 10 m³/hari, kecuali air di bawah 40 m sangat langka, payau/asin/tercemar, atau untuk panas bumi langsung |
Masa berlaku: Izin Pengusahaan Air Tanah, termasuk yang terbit dalam rangka penataan, berlaku 5 tahun dan dapat dievaluasi sesuai kondisi zona konservasi (Pasal 25). Izin yang terbit sebelum Permen ESDM 14/2024 tetap berlaku sampai masa berlakunya habis (Pasal 35).
9Biaya, PNBP & Pajak Air Tanah
Penerbitan izin: Rp0
Penyelenggaraan Izin Pengusahaan Air Tanah dan Persetujuan Penggunaan Air Tanah tidak dikenakan biaya (Pasal 24).
Pajak Air Tanah
Dipungut pemerintah kabupaten/kota berdasarkan UU 1/2022, tarif paling tinggi 20% dengan dasar Nilai Perolehan Air Tanah. Tarif riil mengikuti perda setempat.
PNBP & kewajiban keuangan lain
Pemegang izin tetap wajib membayar PNBP dan/atau kewajiban keuangan lain sesuai peraturan (Pasal 9 ayat 2 huruf p).
Denda penataan
Sumur yang dulu dipakai tanpa izin dikenai denda administratif, dihitung sejak sumur dibangun atau izin lama berakhir sampai permohonan diajukan (Pasal 18 ayat 10).
Biaya terbesar biasanya bukan dari pemerintah, melainkan dari pekerjaan teknis: desain dan konstruksi sumur, meter air, sumur resapan/imbuhan, serta sumur pantau dengan AWLR bila diwajibkan.
10Kewajiban Setelah SIPA Terbit
- Mematuhi ketentuan teknis dalam izin dan pedoman teknis Menteri ESDM.
- Melakukan pengeboran eksplorasi paling lama 1 tahun sejak izin terbit.
- Memasang meter air pada pipa keluar (outlet) sumur.
- Membangun sumur imbuhan atau sumur resapan.
- Membangun sumur pantau dengan AWLR paling lama 2 tahun: 1 sumur pantau untuk setiap sumur ke-5 dan kelipatannya di satu lokasi, atau untuk pengambilan ≥5.000 m³/hari di satu lokasi.
- Menyampaikan laporan teknis setiap 6 bulan melalui Aplikasi Perizinan Online bila debit lebih dari 10 m³/hari, berisi rekap debit bulanan, analisis kualitas air per 6 bulan, dan kedalaman muka air tanah bulanan.
- Memberi akses pemeriksaan kepada petugas ESDM, pemda, atau instansi terkait.
- Melaporkan temuan yang membahayakan kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, serta memulihkan kerusakan lingkungan yang timbul.
- Mengajukan perpanjangan 6 sampai 2 bulan sebelum izin berakhir; bila tidak diperpanjang, menutup sumur paling lambat 30 hari kalender.
Sanksi jika kewajiban dilanggar
Pelanggaran kewajiban pemegang izin dikenai sanksi administratif bertahap (Pasal 32–33): peringatan tertulis 3 kali berturut-turut masing-masing 7 hari kerja, lalu penghentian sementara kegiatan, lalu pencabutan izin bila tidak diperbaiki dalam 14 hari kerja.
Masa penataan sudah berakhir. UU 6/2023 memberi waktu 3 tahun sejak diundangkan (31 Maret 2023) bagi pemilik sumur dan pengguna air tanah tanpa izin untuk mengurus perizinan dengan sanksi denda administratif. Tenggat itu jatuh pada 31 Maret 2026.
Setelah masa penataan, penggunaan sumber daya air untuk kebutuhan usaha tanpa Perizinan Berusaha diancam pidana Pasal 70 UU 17/2019 jo UU 6/2023: penjara 3 bulan sampai 6 tahun dan denda Rp300 juta sampai Rp1 miliar. Angka lama "penjara 1–3 tahun, denda Rp1–5 miliar" yang masih beredar adalah versi sebelum UU Cipta Kerja.
11Kesalahan Umum yang Menghambat Proses
- Titik bor diajukan di luar koordinat KKPR, sehingga permohonan langsung tidak sesuai.
- Mengira usaha kecil bebas izin karena memakai di bawah 100 m³/bulan. Batas itu hanya untuk kebutuhan pokok non-usaha.
- Mengajukan debit melebihi batas zona konservasi, terutama di zona kritis atau akuifer dangkal.
- Mengebor sumur dulu, baru mengurus izin belakangan.
- Melewatkan batas perbaikan 7 hari kerja di OSS, sehingga permohonan batal dan harus mulai ulang.
- Lupa jendela perpanjangan 6–2 bulan sebelum izin habis.
- Tidak membangun sumur resapan/imbuhan atau sumur pantau sesuai tenggat.
- Tidak mengirim laporan teknis 6 bulanan padahal debit di atas 10 m³/hari.
- Masih memakai format dan syarat lama dari Kepmen ESDM yang sudah dicabut.
12Checklist Sebelum Mengurus SIPA
- NIB aktif dan KBLI sesuai kegiatan usaha.
- KKPR terbit dan mencakup titik rencana sumur.
- Zona Konservasi Air Tanah dan kewenangan penerbit sudah dicek.
- Rencana debit (m³/hari) sudah dihitung dari kebutuhan riil dan sesuai batas zona.
- Koordinat decimal degree, kedalaman, dan diameter sumur sudah ditetapkan.
- Gambar rencana konstruksi sumur sesuai contoh Lampiran II.
- Surat pernyataan kesanggupan (Lampiran I) sudah ditandatangani dan dicap.
- Rencana lokasi meter air, sumur resapan/imbuhan, dan sumur pantau sudah disiapkan.
- Untuk sumur lama tanpa izin: pernyataan mulai konstruksi/penggunaan (Lampiran III) dan kesiapan membayar denda administratif.
13Glosarium Istilah
14FAQ Seputar SIPA
Apa itu SIPA?
SIPA adalah izin untuk mengambil dan menggunakan air tanah bagi kegiatan usaha. Nama resminya saat ini Izin Pengusahaan Air Tanah, diatur Permen ESDM No. 14 Tahun 2024 dan diajukan lewat OSS sebagai PB-UMKU.
SIPA singkatan dari apa?
SIPA umumnya dibaca sebagai Surat Izin Pengambilan Air, Surat Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air Tanah, atau Surat Izin Pengusahaan Air Tanah. Semuanya merujuk ke izin yang kini bernama Izin Pengusahaan Air Tanah.
Siapa yang wajib memiliki SIPA?
Setiap pelaku usaha yang memakai air tanah untuk menunjang usahanya, misalnya industri, hotel, rumah sakit swasta, sekolah swasta, perkantoran, kawasan komersial, dan perumahan. Untuk kegiatan usaha tidak ada batas volume minimum.
Apakah rumah tangga wajib mengurus SIPA?
Tidak. Rumah tangga memakai jalur Persetujuan Penggunaan Air Tanah, dan baru wajib bila pemakaiannya 100 m³/bulan atau lebih per kepala keluarga. Di bawah itu tidak memerlukan persetujuan.
Di mana mengurus SIPA?
Izin Pengusahaan Air Tanah diajukan melalui OSS. Penerbitnya Menteri ESDM, gubernur, atau bupati/wali kota, tergantung letak Cekungan Air Tanah lokasi sumur.
Apa saja syarat SIPA terbaru?
Koordinat titik bor di dalam KKPR, rencana debit m³/hari, kedalaman dan diameter sumur, surat pernyataan kesanggupan membuat sumur resapan/imbuhan/pantau, serta gambar rencana konstruksi sumur.
Berapa biaya dan lama pengurusan SIPA?
Penerbitan izin tidak dipungut biaya. Izin terbit paling lama 14 hari kerja sejak permohonan diajukan bila data teknis lengkap dan sesuai. Setelah berjalan, usaha tetap membayar Pajak Air Tanah ke pemda.
Berapa lama masa berlaku SIPA?
Izin Pengusahaan Air Tanah berlaku 5 tahun. Perpanjangan diajukan lewat OSS paling cepat 6 bulan dan paling lambat 2 bulan sebelum izin berakhir.
Apa sanksi memakai air tanah untuk usaha tanpa SIPA?
Masa penataan dengan denda administratif berakhir 31 Maret 2026. Setelahnya, penggunaan air untuk usaha tanpa Perizinan Berusaha diancam penjara 3 bulan sampai 6 tahun dan denda Rp300 juta sampai Rp1 miliar (Pasal 70 UU 17/2019 jo UU 6/2023).
Apakah SIPA lama yang terbit sebelum Permen ESDM 14/2024 masih berlaku?
Ya, tetap berlaku sampai masa berlakunya habis. Perpanjangannya diajukan lewat OSS dengan data teknis sumur dan foto geotagging sumur imbuhan, resapan, atau pantau.
Butuh Bantuan Mengurus SIPA?
Menyiapkan data teknis, mengecek zona konservasi, sampai mengawal permohonan di OSS bisa memakan waktu. Yuk konsultasi dengan STEPS.ID terkait Perizinan SIPA agar izin air tanah usaha Anda terbit tepat waktu dan sesuai aturan terbaru.
- Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Izin Pengusahaan Air Tanah dan Persetujuan Penggunaan Air Tanah — JDIH Kementerian ESDM
- Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air — JDIH BPK
- Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko — JDIH BPK
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air — Pasal.id
- Pedoman Teknis Penyelenggaraan Perizinan Air Tanah — Badan Geologi Kementerian ESDM
- Siaran Pers Kementerian ESDM: Kemudahan Perizinan Air Tanah (8 Januari 2025) — Kementerian ESDM