AHSP Adalah: Analisa Harga Satuan Pekerjaan dan Cara Membacanya
Pahami isi tabel AHSP, arti koefisien tenaga kerja, bahan, dan alat, pembagian AHSP per bidang, serta kapan AHSP perlu disesuaikan dengan kondisi proyek.
Daftar Isi
AHSP adalah Analisis Harga Satuan Pekerjaan, yaitu perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan, dan peralatan untuk mendapatkan harga satu satuan pekerjaan konstruksi, misalnya 1 m³ beton atau 1 m² plester. Setiap komponen dinyatakan dalam koefisien, lalu dikalikan harga satuan dasar di lokasi proyek. AHSP untuk pekerjaan bidang PU diatur dalam Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023.
1AHSP Adalah
AHSP adalah singkatan dari Analisis Harga Satuan Pekerjaan. Menurut Pasal 1 Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023, AHSP adalah perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan, dan peralatan untuk mendapatkan harga satuan atau satu jenis pekerjaan tertentu.
Kalau BOQ menjawab "berapa banyak pekerjaannya", AHSP menjawab "berapa harga untuk satu satuannya". Volume dari BOQ dikalikan harga satuan hasil AHSP, dan jumlahnya menjadi RAB atau HPS. Alur lengkapnya dibahas di Cara Menyusun HPS Pekerjaan Konstruksi Sesuai Permen PUPR 8/2023.
2Dasar Hukum dan Perkembangan AHSP
AHSP yang dipakai untuk pekerjaan bidang pekerjaan umum terus diperbarui mengikuti perkembangan metode kerja dan peralatan:
| Regulasi | Keterangan |
|---|---|
| Permen PUPR 28/PRT/M/2016 | Pedoman AHSP bidang pekerjaan umum yang lama |
| Permen PUPR 1/2022 | Pedoman penyusunan perkiraan biaya pekerjaan konstruksi, kemudian dicabut |
| Permen PUPR 8/2023 | Pedoman yang berlaku, diundangkan 30 Agustus 2023 dan mencabut Permen PUPR 1/2022 |
| SE Dirjen Bina Konstruksi 30/SE/Dk/2025 | Tata cara penyusunan perkiraan biaya, termasuk lampiran AHSP per bidang yang diperbarui berkala |
3Struktur Tabel AHSP
Satu analisa AHSP biasanya terdiri dari kepala analisa dan tiga kelompok komponen, ditutup dengan perhitungan biaya tidak langsung:
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Kode dan judul | Nomor analisa dan uraian pekerjaan, misalnya "1 m³ galian tanah biasa" |
| A. Tenaga kerja | Pekerja, tukang, kepala tukang, mandor, beserta koefisien dalam OH (orang hari) |
| B. Bahan | Jenis material beserta koefisien dalam satuan bahan (kg, m³, m², buah) |
| C. Peralatan | Alat yang dipakai beserta koefisien dalam satuan waktu atau sewa |
| D. Jumlah A + B + C | Biaya langsung per satuan pekerjaan |
| E. Biaya umum dan keuntungan | Persentase dari biaya langsung |
| F. Harga satuan pekerjaan | D + E |
Setiap baris memiliki empat kolom kunci: uraian, satuan, koefisien, dan harga satuan dasar. Jumlah per baris adalah koefisien dikali harga satuan dasar.
4Cara Membaca Koefisien
Koefisien adalah jantung AHSP. Angka ini menyatakan berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan.
Koefisien dalam OH
Koefisien 0,75 OH pekerja per m³ berarti satu pekerja menyelesaikan sekitar 1 ÷ 0,75 ≈ 1,33 m³ per hari. Makin kecil koefisien, makin tinggi produktivitas.
Termasuk Faktor Susut
Koefisien 1,05 m² bahan untuk 1 m² pekerjaan berarti ada tambahan 5% untuk potongan dan sisa. Inilah sebabnya volume BOQ dihitung bersih.
Waktu Pakai per Satuan
Koefisien alat menunjukkan berapa jam atau hari alat dipakai untuk satu satuan, yang dihitung dari kapasitas produksi alat.
Rasio Pengawasan
Koefisien mandor yang kecil mencerminkan satu mandor mengawasi banyak pekerja sekaligus.
5Contoh Membaca Satu Analisa
Contoh berikut menunjukkan cara membaca analisa untuk 1 m³ galian tanah biasa secara manual. Koefisien dan harga adalah ilustrasi, bukan kutipan dari lampiran AHSP resmi.
| Uraian | Satuan | Koefisien | Harga Satuan Dasar | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| A. Pekerja | OH | 0,750 | Rp150.000 | Rp112.500 |
| A. Mandor | OH | 0,025 | Rp200.000 | Rp5.000 |
| Jumlah tenaga kerja | Rp117.500 | |||
| B. Bahan | Rp0 | |||
| C. Peralatan | Rp0 | |||
| D. Biaya langsung | Rp117.500 | |||
| E. Biaya umum dan keuntungan 12% | Rp14.100 | |||
| F. Harga satuan pekerjaan | Rp131.600 |
Yang bisa dibaca dari analisa ini
- Produktivitas: satu pekerja menggali sekitar 1,33 m³ per hari.
- Komposisi tim: rasio mandor 0,025 terhadap pekerja 0,750 berarti satu mandor mengawasi sekitar 30 pekerja.
- Tidak ada bahan dan alat, karena pekerjaan manual. Pada galian mekanis, komponen alat akan dominan.
- Biaya umum dan keuntungan dipilih dalam rentang 10% hingga 15% sesuai Pasal 11 ayat (3) Permen PUPR 8/2023.
6AHSP per Bidang Pekerjaan
Lampiran AHSP dikelompokkan berdasarkan bidang pekerjaan:
| Bidang | Contoh Cakupan |
|---|---|
| Umum | Pekerjaan dasar yang dipakai lintas bidang, seperti tanah, beton, dan baja |
| Cipta Karya dan Perumahan | Bangunan gedung: struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing |
| Bina Marga | Jalan dan jembatan: perkerasan, aspal, drainase jalan |
| Sumber Daya Air | Bendung, saluran irigasi, tanggul, dan bangunan air lainnya |
Untuk proyek gedung, renovasi, dan fit-out, AHSP bidang Cipta Karya adalah rujukan utama, dilengkapi AHSP bidang umum.
7AHSP Manual dan Mekanis
Berbasis Tenaga Kerja
Komponen terbesar adalah upah. Koefisien tenaga kerja menunjukkan produktivitas orang. Cocok untuk volume kecil atau lokasi yang sulit dijangkau alat.
Berbasis Peralatan
Komponen terbesar adalah alat. Koefisien dihitung dari kapasitas produksi alat per jam. Lazim pada pekerjaan jalan dan pekerjaan tanah bervolume besar.
Pilihan antara analisa manual dan mekanis harus sesuai metode kerja yang realistis di lapangan. Memakai analisa manual untuk volume yang jelas dikerjakan dengan alat, atau sebaliknya, membuat harga satuan tidak wajar.
8Kapan AHSP Perlu Disesuaikan
Koefisien AHSP adalah acuan standar. Dalam kondisi tertentu, perhitungan perlu disesuaikan:
- AHSP untuk pekerjaan tersebut tidak tersedia: Pasal 17 Permen PUPR 8/2023 membolehkan memakai AHSP bidang lain, referensi berdasarkan pendekatan SNI, atau perhitungan teknis dan analisis produktivitas.
- Material atau sistem baru yang belum ada analisanya, misalnya produk fabrikasi tertentu.
- Kondisi lapangan khusus: akses terbatas, pekerjaan malam, atau area yang harus tetap beroperasi.
- Harga satuan dasar berbeda lokasi: koefisien sama, tetapi harga upah dan bahan wajib mengikuti lokasi pekerjaan (Pasal 4 ayat 5).
Setiap penyesuaian sebaiknya didokumentasikan dengan dasar perhitungannya supaya tetap bisa dipertanggungjawabkan.
9Kesalahan Membaca AHSP
- Mengira koefisien adalah jumlah orang: koefisien adalah orang hari per satuan, bukan jumlah pekerja di lapangan.
- Menambahkan faktor susut lagi di volume, padahal sudah ada di koefisien bahan.
- Memakai lampiran AHSP edisi lama.
- Memakai harga satuan dasar kota lain karena datanya lebih mudah didapat.
- Memasukkan biaya keselamatan ke biaya umum, padahal biaya SMKK dihitung tersendiri.
- Memilih analisa yang tidak sesuai metode kerja, misalnya manual untuk pekerjaan yang dikerjakan dengan alat berat.
Kalau Anda membutuhkan analisa harga satuan dan HPS yang disusun sesuai pedoman terbaru, lihat layanan jasa quantity surveyor STEPS.ID.
10Glosarium Istilah
11FAQ Seputar AHSP
AHSP adalah apa?
AHSP adalah Analisis Harga Satuan Pekerjaan, yaitu perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja, bahan, dan peralatan untuk mendapatkan harga satu satuan pekerjaan konstruksi.
Apa kepanjangan AHSP?
AHSP adalah singkatan dari Analisis Harga Satuan Pekerjaan.
Peraturan apa yang mengatur AHSP saat ini?
AHSP bidang pekerjaan umum diatur dalam Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023, dengan lampiran AHSP per bidang yang diterbitkan melalui surat edaran Dirjen Bina Konstruksi. Edisi yang ditemukan saat artikel ini disusun adalah SE 30/SE/Dk/2025.
Apa arti koefisien dalam AHSP?
Koefisien adalah jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan. Untuk tenaga kerja dinyatakan dalam orang hari, untuk bahan dalam satuan bahan, dan untuk alat dalam satuan waktu pakai.
Apakah koefisien bahan sudah termasuk faktor susut?
Ya. Koefisien bahan umumnya sudah memperhitungkan potongan dan sisa material, sehingga volume pada BOQ cukup dihitung bersih sesuai gambar.
Apa bedanya AHSP dan HSP?
AHSP adalah proses atau tabel analisanya, sedangkan HSP (Harga Satuan Pekerjaan) adalah hasil akhirnya, yaitu biaya langsung ditambah biaya umum dan keuntungan per satuan pekerjaan.
Bagaimana jika AHSP untuk pekerjaan tertentu tidak ada?
Pasal 17 Permen PUPR 8/2023 membolehkan memakai AHSP dari bidang lain, referensi lain berdasarkan pendekatan SNI, atau perhitungan teknis dan analisis produktivitas.
Apakah proyek swasta wajib memakai AHSP PUPR?
Tidak wajib. Namun AHSP sering dipakai sebagai acuan karena strukturnya jelas dan mudah dipertanggungjawabkan, lalu disesuaikan dengan metode kerja dan harga pasar proyek.
Butuh Analisa Harga Satuan yang Akurat?
Yuk konsultasi dengan STEPS.ID terkait jasa quantity surveyor untuk penyusunan AHSP dan HPS proyek Anda.
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang PUPR — JDIH BPK
- Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum — JDIH BPK
- Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi Nomor 30/SE/Dk/2025 tentang Tata Cara Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi — Ditjen Bina Konstruksi

Jasa Quantity Surveyor (QS) untuk Proyek Konstruksi & Renovasi